Blog

IMG_0487
MALANG – Universitas Gajayana (Uniga) Malang mengadakan Lokakarya Guru Bimbingan dan Konseling (BK) Nasional, Minggu (31/1) kemarin. Lokakarya yang diikuti 500 peserta dari seluruh indonesia itu sebagai Program Visit to Campus. Dalam hal ini, Uniga bekerjasama dengan Himpunan Sarjana Bimbingan dan Konseling Indonesia (HSBKI) Jawa Timur. Acara lokakarya tersebut digelar juga dalam rangka bhakti guru dengan tujuan membekali para Guru Bimbingan dan Konseling dalam menghadapi masyarakat Ekonomi ASEAN(MEA). Lokakarya difokuskan pada konsep BK dalam kurikulum 2013 dan perkembangan terbaru berbagai aplikasi sebagai implementasi permendikbud nomor 111 tahun 2014 tentan BK di sekolah. HSBKI menghadirkan dua narasumber yang ahli di bidang konseling. Mereka adalah Drs.Amdany Sardjun, M.Pd dan Sjaiful Bachri,M.pd.Keduanya menyampaikan materi tentang bimbingandan konseling di sekolah.
Tema Lokakarya adalah peningkatan layanan BK yang memandirikan dalam menghadapi MEA.”Sejak diterapkannya Kurikulum 2013,peranan guru BK sangat strategis. Kami ingin memberikan bekal pada guru BK yang saat ini memiliki peran strategis terhadap perkembangan peserta didik,”ungkap Rektor Uniga, Prof.Dr.Dyah Sawitri,SE,MM, kemarin. Prof.Dyah menegaskan, lokakarya dilakukan dalam rangka membekali guru BK untuk mengadministrikan kegiatan konseling dengan siswanya.Menerutnya, sejak kurikulum 2013 diterapkan, guru BK juga berperan mendidik siswa secara langsung. Saat ini guru BK tidak hanya bertugas menggali potensi siswa saja, tapi juga mendidik siswa secara langsung melalui kegiatan konseling,”imbuhnya. Pada lokakarya tersebut, peserta lokakarya juga diberikan aplikasi classroom sosiometrics. Aplikasi ini digunakan untuk mengadministrasikan kegiatan konseling siswa sesuai dengan sistem. Peserta lokakarya sebelumnya juga diberika petunjuk penggunaan aplikasi oleh pemateri. Harapannya, dengan aplikasi tersebut konseling dapat dilaksanakan secara lebih efektif. Aplikasi itu berisi tentang kegiatan konseling siswa. Selain itu, dengan menggunakan aplikasi tersebut, guru BK akan mengetahui data statistik BK di sekolahnya.
Kegiatan konseling di sekolah akan lebih terorganisir secara administratif dengan menggunakan aplikasi. Sedangkan kegiatan bhakti ghuru merupakan salah satu program dari Uniga. Selain kegiatan tersebut, Uniga juga memiliki serangkaian program yang bermanafaat bagi guru. Dalam rangka peningakatan pendidikan bagi putra-putri pendidik, Uniga memberikan subsidi biaya pendidikan. Bagi putra-putri guru yang melanjutkan studi di Uniga akan diberikan potongan biaya studi. Bagi mereka yang berprestasi juga berhak mendapatkan beasiswa. (malangpost)