Blog

MALANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Komisariat IV Wilayah VII Jawa Timur menggalang dana untuk disalurkan kepada warga Kota Malang. Khususnya yang terdampak virus Covid-19 sehingga tidak bisa mendapatkan penghasilan karena himbauan #dirumahaja.Pemkot Malang menyediakan dana sosial sebesar Rp 37 miliar. Dari dana tersebut, Rp 10 miliar dialokasikan untuk membantu perekonomian warga terdampak corona. Sementara Aptisi IV Malang memberikan bantuan berupa 100 paket sembako, 700 botol handsanitizer, dan lain sebagainya.

WhatsApp Image 2020-03-30 at 12.15.28 (1).jpeg
Penyerahan sembako secara simbolis dari Aptisi ke Pemkot Malang. Foto: Fajrus Shiddiq.

Ketua Aptisi IV Malang, Prof Dr Dyah Sawitri, bersama sejumlah rektor kampus di Malang, menyerahkan bantuan langsung ke Balai Kota Malang, pada Senin (30/3/2020). Kampus-kampus yang turut memberikan bantuan adalah Universitas Gajayana Malang (Uniga), Universitas Islam Malang (Unisma), Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Universitas Merdeka Malang (Unmer), Universitas Widyagama Malang (UWG), Binus, dan Stikes Panti Waluyo.“Kami dari Aptisi menyumbangkan paket sembako isinya beras, minyak goreng, gula, mie instan, juga handsanitizer,” kata Dyah, kepada tugumalang.id partner kumparan.com.Bantuan dari kampus swasta tersebut menurutnya bagian dari pengabdian sosial kampus terhadap warga Kota Malang. Untuk itu, pihaknya berharap warga tetap #dirumahaja karena distribusi sembako langsung dilakukan oleh Satgas Covid-19 Kota Malang.“Saya dengar hari ini langsung didistribusikan. Diserahkan ke masyarakat. Masyarakat yang mana? Pemkot Malang sudah ada datanya,” jelas Dyah.Untuk sembako, Dyah berharap dapat membantu masyarakat yang kehilangan penghasilan di masa-masa penanganan virus corona ini. Sedangkan handsanitizer juga disiapkan untuk kebutuhan tenaga medis yang menjadi garda terdepan penanganan virus corona.“Kami juga berterima kasih pada wartawan yang membantu menjaga kondusifitas Kota Malang. Kami juga berikan handsanitizer untuk wartawan, karena kerjanya setiap hari ketemu orang, saya salut,” imbuh wanita yang juga menjabat Rektor Uniga Malang itu.Menurut Dyah, Aptisi terus berdoa agar wabah virus corona ini segera berakhir penyebarannya. Aptisi juga akan terus menggalang dana untuk membantu warga terdampak virus corona di Kota Malang.“Tadi ada yang tanya, kok tidak ada masker. Saya jawab, untuk bantuan berikutnya semoga kami bisa membantu masker. Karena ini merupakan bantuan periode pertama. Kami pihak kampus sadar dan harus peduli dengan hal-hal seperti ini, untuk saudara di Malang,” pungkas Dyah.

Sumber: https://kumparan.com/tugumalang/pemkot-malang-dan-kampus-swasta-bagi-bagi-sembako-1t7oeVAGVSA