Blog

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Kepala Lembaga Layanan (LL Dikti) wilayah 7 Jawa Timur Prof Dr Ir Suprapto DEA meminta agar perguruan tinggi swasta (PTS) mempersiapkan diri untuk program Kampus Merdeka yang digagas oleh Mendikbud Nadiem Karim.

“Meski Juknisnya belum turun namun sudah harus sudah mempersiapkan diri,” kata Suprapto pada wartawan saat hadir di pelantikan Rektor Universitas Gajayana (Uniga) periode 2020-2024, Prof Dr Dyah Sawitri SE MM, Kamis (20/2/2020).

Dikatakan Suprapto, setelah Permendikbud akan ada juknisnya dari Dirjen Dikti yang kini ditunggu.

Gebrakan Mas Menteri itu harus diikuti semua perguruan tinggi lewat program Kampus Merdeka.

Perubahan paling mendasar adalah ada waktu dua semester untuk magang atau praktik di lapangan dan satu semester boleh mengambil mata kuliah satu semester di luar prodinya.

Sehingga untuk mahasiswa jenjang S1 hanya lima semester mengikuti teori di kampus. Maka, lanjutnya, perlu ada perubahan di kurikulumnya.

“SKS apa yang disepadankan? Misalkan ambil apa disepadankan apa. Maka harus mengatur lagi perubahan di kurikulum,” papar dosen ITS Surabaya ini.

Dengan merdeka satu tahun (dua semester) di luar kampus dan mengambil mata kuliah di prodi, maka bisa menjadikan mahasiswa tidak jadi pendekar di kampusnya. Disebutnya, untuk di PTS-PTS sedang disosialisasikan program ini.

Di program Kampus Merdeka yaitu perguruan tinggi berakreditasi A dan B bisa membuka prodi baru tanpa izin Kemendikbud.

Perguruan tinggi, lanjutnya, tinggal melaporkan saja jika membuka prodi baru.

Tapi dengan syarat menggandeng mitra. Misalkan membuka prodi perbankan. Maka mitra dan perguruan tinggi itu menyusun kurikulum bersama dan menjadi tempat magang dan bekerja disana. 

Sedang Rektor Uniga Prof Dr Dyah Sawitri menyatakan kampusnya siap melaksanakan program “Kampus Merdeka”.

“Gebrakan kami sudah jelas bahwa kami harus mengikuti Kampus Merdeka,” jelas Dyah terpisah. Karena itu Senin (24/2/2020) akan dilaksanakan rapat terkait perubahan kurikulum atau rekonstruksi kurikulum.

Tapi memang tidak otomatis dilaksanakan dan dipastikan bertahap.

“Pelaksanaannya menunggu kesepakatan,” kata Dyah.

Selain itu kesempatan di luar kampus juga bisa dimanfaatkan mahasiswa berinteraksi untuk peningkatan kualitas diri.

Sehingga mahasiswa mendapatkan science, know how, knowledge dan skill. Maka saat lulus ada nilai tambahnya.

“Konsep di Kampus Merdeka itu kan student learning,” jawabnya. Sedang untuk pembukaan prodi baru rencana akan membuka jenjang S3.

Sedang Rektor UMM Dr Fauzan MPd berharap program Kampus Merdeka diikuti juga dengan kemerdekaan di internal Kemendikbud.

“Artinya pola-pola pelayanan juga harus merdeka. Jangan hanya kita yang dituntut merdeka, tapi pelayanan masih ruwet. Sebab semua harus tersistem dan tidak bisa dijalankam secara parsial. Tapi harus terintegrasi,” kata Fauzan terpisah.

Dengan begitu saat melaksanakan tidak ada hambatan



Artikel ini telah tayang di suryamalang.com dengan judul LL Dikti Dorong PTS Mempersiapkan Diri Jalankan Program Kampus Merdeka yang Digagas Mendikbud, https://suryamalang.tribunnews.com/2020/02/20/ll-dikti-dorong-pts-mempersiapkan-diri-jalankan-program-kampus-merdeka-yang-digagas-mendikbud.
Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Dyan Rekohadi