Blog

Untuk belajar terbang, burung pertama-tama mesti belajar meninggalkan sarang” (Pepatah Zambia)

Gelas plastik nyaris penuh dengan cairan hitam pekat berbalut aroma harum khas, bukan harum wangi khas minyak para nabi memang, tetapi yakinlah saat ini tentu banyak orang bisa menebak mengenai ilustrasi tersebut. Kopi! Ya segelas kopi inspirasi yang selalu hadir pekat sepekat kedalaman ilmu, secair alir proses pencarian dan pembelajaran ilmu. Sayangku, mari teguk dan rayakan segelas plastik kopi ini bersama-sama. Bibir berganti bibir mengecup hirup bibir lingkar gelas, bukan menjadi persoalan bahkan juga bukan menjadi pembeda pada ruang kasta. Layak atau tidak, nyaman atau terancam itu persoalan realitas yang harus bisa dijawab dengan narasi-narasi analitik yang didasarkan pada ruang kesepakatan serta ruang kesepahaman.

Sayangku, tetaplah belajar dan terus belajar dengan kesungguhan dan penuh kehati-hatian karena yang akan engkau lewati bisa jadi halus mulus tanpa sedikitpun berlubang, atau bahkan sebaliknya terjal berbatu dan mungkin jurang yang sangat curam.

Sayangku ……….

Anak-anak manis yang kemarin masih sering menangis untuk diajari bagaimana cara merangkak, berdiri, dan berjalan setapak demi setapak, sudah mulai berani berekspresi dengan menunjukkan eksitensi, aktualisasi, dan kompetisi. Menunjukkan eksistensi merupakan bagian khas individu agar memperoleh pengakuan dunia luar. Aktualisai menjadi bagian yang tidak terpisahkan karena menggambarkan pertumbuhan seorang individu terhadap pemenuhan kebutuhan tertingginya. Kompetisi merupakan sebuah proses sosial, dimana dua atau lebih pihak yang saling berlomba lalu berbuat sesuatu demi mencapai kemenangan. Pengejawantahan eksitensi, aktualisasi, dan kompetisi, jika tidak berhati-hati akan menjebak pada pola yang justru dapat memporak-porandakan ruang sosial. Kedalaman saling menghormati dan menghargai menjadi pintu masuk untuk menjaga agar tidak terjadi gonjang-ganjing ruang sosial pada konteks kebersamaan. Muda bukan berarti tidak tau apa-apa, tua juga bukan berarti tahu segalanya, sehinga diperlukan saling asah, asih dan asuh. Saling asah menjadi sebuah proses pembelajaran dan penajaman berbagai hal yang terkait kekurangan masing-masing. Saling mengasihi menjadi sangat menarik dan indah ketika perbedaan-perbedaan mampu dilebur tanpa batas dan sekat. Pilahan yang lain adalah asuh artinya pada saat memiliki pengalaman lebih maka berbagilah, jangan hanya disimpan pada folder-folder yang pada saatnya lupa menaruh. Hidup pada ruang sosial, kekuatan “egoisme” hanya akan menjadi barang rongsokan atau bahkan sampah yang tidak laku dijual.

Sayangku ……….

Pepatah Zambia yang sengaja dicomot untuk menemani minum kopi ini, tentu memiliki makna yang sangat dalam.  “Untuk belajar terbang, burung pertama-tama mesti belajar meninggalkan sarang”, kalau boleh dimaknai tipis-tipis semua yang dilakukan manusia/individu datangnya tidak sekonyong-konyong tetapi tahap demi tahap. Langkah dan tahapan dibangun melalui sebuah design yang matang, proses yang runtut serta intensitas tanpa batas, dilakoni dengan tanggungjawab dan perlu ada pengingat (bahasa kerennya evaluasi), agar menghasilkan sesuatu yang sesuai harapan. Perjalanan panjang tentunya tidak akan mengesankan apapun, jika proses pembelajaran mandeg (berhenti). Belajar tidak hanya didapatkan di bangku-bangku sekolah formal saja, tetapi ruang sosial, komunitas-komunitas cangkrukan, jalanan, pasar, bahkan dimana saja bisa jadi ruang untuk belajar.  Pergi dan terbanglah sejauh kalian bisa, tetapi jangan lupa jalan untuk pulang, karena ini sebuah proses mencari jati diri, mencari pengalaman banyak untuk bekal masa depan masing-masing yang pada akhirnya harus diabdikan pada rumah-rumah sosial tempat kita lahir, tempat kita nikmati air susu ibu, tempat kita rasakan belaian sayang seorang ibu. Ya! Ibu kita, serta ibu pertiwi yang menerima kita apa adanya. Mari terus bermimpi menjadi lebih baik dan percaya pada keindahan mimpi yang ingin diraih.

Sayangku………

Jangan pernah merasa paling hebat, karena di luar sana sangat banyak yang lebih hebat, tetapi juga jangan pernah merasa paling kerdil karena itu akan membelenggu. Hadir tetap bersahaja dan apa adanya.

Selamat menikmati seruputan segelas kopi pagi sampai tegukan akhir.

Selamat bersenang-senang, menikmati liburan bersama keluarga

Sukses selalu

 “Masa depan adalah milik orang yang percaya pada keindahan mimpinya” (Elanor Rooselvelt)

warung kopi sudut kampus,

Juli 2019