Blog

MALANG – Mahasiswa adalah pelopor kepatuhan sosial masyarakat kepada hukum. Oleh karena itu, keberadaan mahasiswa menjadi sangat penting, di era revolusi industri 4.0.

“Mahasiswa diharapkan dapat melakukan peran sebagai kontrol sosial secara santun dan obyektif. Serta menjadi pelopor patuh hukum, sebagai cermin kedewasaan berfikir dan bermasyarakat,” ujar Kapolresta Malang, AKBP Asfuri, S.I.K., M.H, saat membuka acara Temu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Swasta (PTS), dan refleksi akhir tahun di Universitas Gajayana Malang, Senin (19/11/2018).

Mahasiswa harus berfikir kritis, sehingga bisa melakukan kontrol sosial terhadap pemerintah maupun masyarakat. Kelompok masyarakat termasuk mahasiswa, yang ingin menyampaikan aspirasi di tempat umum, aturannya sudah di akomodir Undang-undang No.9/1998, tentang penyampaian pendapat di muka umum.

Di situ ada aturan-aturan yang harus dipenuhi dalam penyampaian aspirasi. “Teman-teman mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi harus dengan cara yang santun, tidak perlu dengan kata-kata kotor maupun kata kasar, yang bisa menyinggung perasaan pihak tertentu,” tandasnya.

Sebagai insan cendekia, mahasiswa juga bisa menggelar dialog, maupun kajian, untuk fokus mencari solusi permasalahan yang terjadi. Sementara itu, Perguruan Tinggi (PT) dan mahasiswa, juga memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. “Untuk itu diharapkan, tidak ada mahasiswa yang menjadi pelaku kejahatan, baik kejahatan narkoba, radikalisme, tawuran, maupun pelaku kejahatan lainnya,” cetusnya.


Kapolresta Malang, Akbp, Asfuri, S.I.K., M.H. berfoto bersdama perwakilan BEM perguruan tinggi swasta – foto Agus Nurchaliq

Mahasiswa dan elemen masyarakat di di Kota Malang, harus bisa memperkuat rasa nasionalisme dan kebangsaan warga Malang. Caranya, dengan menerima keberagaman, perbedaan agama, suku dan budaya sebagai anugerah dari Tuhan.  “Hampir semua suku di Indonesia ada di kota Malang, termasuk keberagaman agama. Namun ditengah kondisinya yang sangat heterogen, Alhamdulillah kota Malang masih tetap aman dan kondusif, yang tentunya hasil dari kerjasama dan keguyuban dari seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.

Sumber: https://www.cendananews.com/2018/11/mahasiswa-pelopor-kepatuhan-sosial-pada-hukum.html