Blog

Selasa 23 Oktober 2018, Universitas Gajayana Malang menyelenggarakan bimbingan pelatihan dan penyusunan program kreativitas mahasiswa. acara yg bertemakan ‘gali potensi, raih prestasi’ ini terbuka bagi segenap mahasiswa aktif uniga. Terkhusus bagi peraih beasiswa bidikmisi & PPA. Pelatihan yang berlangsung selama 2 hari ini diharap mampu membangkitkan semangat mahasiswa dalam mengasah daya kritis, mengoptimalkan peluang dan kekuatan yg dimiliki setiap mahasiswa. Mereka diharap tanggap dalam menganalisa setiap persoalan yang ada di lingkungan masyarakat sekitar. Acara yg diselenggarakan di Aula pasca sarjana ini dihadiri oleh segenap mahasiswa yang berkeinginan untuk bersaing secara gagasan dan ide dalam menghadapi era disrupsi global.

Melalui penuturan Prof Dyah Sawitri. Selaku Rektor Uniga, bahwa kiat awal untuk membuat PKM adalah mimpi dan harapan yang terbangun dalam upaya meminimalisir ancaman  permasalahan yang ada. Kepedulian lingkungan yang berdasar dari ketidak adanya keraguan dan selalu mengedepankan keberanian. Beliau  mengajak para mahasiswa untuk turut serta dalam memburu prestasi dengan mengasah ide-ide kreatif.

Dukungan konkret yg selama ini kampus lakukan untuk dapat mengawal peningkatan prestasi PKM pun sangat besar, dengan diadakannya pendampingan, pelatihan dan penyusunan bagi para mahasiswa. Juga orientasi para mahasiswa baru untuk menanamkan nilai semangat insan cendekia yang terdepan dan berkarakter. Dorongan ini dapat diartikan bahwa kampus sangat peduli dan berambisi dalam memproduksi mahasiswa yang dapat berinovasi dan bersaing dalam level nasional hingga internasional.

Di tahun 2019, Rektor berharap dalam setiap PKM mampu menerobos hingga presentase kelulusan 50%. Dari semua PKM yang diajukan. Hal ini menjadi motivasi besar kampus untuk bisa membentuk mahasiswa yang kaya akan kreativitas serta kualitas. Adapun hambatan yang seringkali menjadi masalah dalam proses perumusan dan pembuatan PKM itu justru timbul dari kemalasan diri mahasiswa sendiri. Mahasiswa dituntut untuk bisa bertanggung jawab atas segala permasalahan intra personalnya, agar tidak menghambat proses pembuatan PKM. Kendati,  Mahasiswa memiliki banyak cara untuk selalu bsa beralasan. “PKM diharap semakin berkualitas dan semakin meningkat, dalam wujud science / pengetahuan. Sebagaimana mahasiswa mampu memahami konsep permasalahan yang ada”,- ujar Prof Dyah Sawitri.