info@unigamalang.ac.id

(0341) 562411

 

Blog

Pelatihan Peningkatan Ketrampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) kembali digelar oleh Universitas Gajayana (Uniga) Malang. Uniga Malang menjadi penyelenggara program PEKERTI yang merupakan program dari Kopertis wilayah VII Jawa Timur. Berlangsung mulai 12 Maret 2018, pelatihan PEKERTI langsung dibuka oleh Rektor Uniga Malang tepat pukul 09.00 pagi. Acara pembukaan yang sejatinya dimulai pukul 08.00 pagi ini juga dihadiri oleh pimpinan Kopertis wilayah VII yang diwakili oleh Prof. Dr. Agustinus Ngadiman. Beliau juga langsung merangkap sebagai pemateri di hari pertama pelatihan.

Sekitar 40 lebih peserta PEKERTI yang memadati aula pascasarjana Uniga Malang sudah siap dengan segala amunisinya. Nampak para peserta telah membawa laptop, buku modul dan catatan penting lain guna mencatat dan mengerjakan tugas yang akan diberikan selama pelatihan.

Para peserta akan berjuang selama 5 hari hingga hari jumat, 16 Maret 2018 untuk memahami ketrampilan dasar menjadi seorang pendidik di perguruan tinggi. Dibantu dengan 4 pemateri ahli di masing-masing bidang acara ini akan berlangsung sejak pagi hingga sore menjelang petang.
Keempat pemateri yang akan memberikan materi adalah, Prof. Dr. Agustinus Ngadiman, M.Pd., Dr. Dra. Hj. Siti Fatimah Soenaryo, M.Pd., Dra. Lise Chamisijatin, M.Pd., dan Prof. Dr. V. Rudy Handoko, M.Si. Beliau akan memberikan materi seputar pendidikan, cara mendidik, cara berkomunikasi dalam mendidik dan menentukan tujuan pembelajaran dari mata kuliah yang bersangkutan.

Para peserta PEKERTI berasal dari berbagai universitas. Sebagian dari area Malang namun ada juga yang berasal dari universitas di Jember hingga Banyuwangi. Suasana konsentrasi nampak melingkupi aula dengan keseriusan para peserta. Semua peserta berharap mendapatkan ilmu tentang mengajar mahasiswa yang notabene nya orang dewasa. Banyak hal baru yang dipelajari dan didapatkan untuk diaplikasikan saat mengajar nanti.

Profesor Ngadiman selaku pembicara pertama berharap semoga pelatihan ini dapat memberikan keahlian kepada seluruh peserta untuk mengajar sehingga akan memperbaiki kualitas pendidikan tinggi. Beliau juga berpesan agar para dosen dapat meningkatkan kemampuan instruksional sesuai dengan standart yang sudah ditetapkan oleh kemeterian pendidikan tinggi. (fan-PTI)