Salah satu program beasiswa yang ada di Universitas Gajayana (Uniga) Malang adalah bidikmisi. Program beasiswa negara ini diberikan kepada mahasiswa kurang mampu dan difasilitasi oleh Uniga Malang. Dalam beasiswa ini para mahasiswa mendapat gratis biaya pendidikan hingga lulus sekaligus mendapat biaya hidup yang keluar setiap 3 bulan sekali dari negara atas pengajuan dari pihak universitas.

Pada tahun ajaran 2017-2018 mendatang, Uniga Malang akan menerima 14 penerima beasiswa bidikmisi. Proses seleksi ketat yang diikuti oleh puluhan calon penerima beasiswa bidikmisi telah dilaksanakan jauh-jauh hari. Seleksi internal yang dimulai dengan pendafataran, tes tulis, tes wawancara dan selanjutnya survey tempat tinggal ini telah dilalui oleh para peserta tersebut hingga akhirnya muncullah 14 penerima tersebut.

Ditemui di ruangannya, Bapak Nurgianto, S.Psi selaku Kepala Bagian Kemahasiswaan ini mengaku bahwa tahun ini proses seleksi cukup ketat. Mengingat kuota terbatas sedangkan peserta melebihi dari kuota yang diberikan oleh negara. “Kami terpaksa menyeleksi dengan ketat para peserta yang mendaftar. Karena kuotanya tidak sebanyak peserta. Kami berharap para penerima bidikmisi tahun ini memang benar-benar layak dan mereka pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.”

Informasi yang disebar melalui internet dan selama masa sosialisasi ini terbukti mampu mengenalkan Uniga Malang ke kancah nasional. Meski sebagian penerima bidikmisi merupakan warga Malang Raya sendiri namun sebagian lain ternyata berasal dari luar kota.

Saat pemberian beasiswa secara simbolis, salah seorang penerima beasiswa sempat diwawancarai. Peserta yang memilih prodi ekonomi pembangunan ini bernama Bahtera Eka Budi Prasetya. Pemuda berkamata ini mengaku sangat bahagia dengan diterimanya dia sebagai penerima beasiswa bidikmisi di Uniga Malang. “Alhamdulillah senang sekali bisa dapat (red: beasiswa bidikmisi) di Uniga.”

Mahasiswa yang sejak SMA telah berprestasi di bidang seni dan fisika ini berharap dapat menyalurkan keinginannya untuk terus bersekolah. “Ayah saya kerjanya sales dan ibu saya ibu rumah tangga biasa. Saya juga sejak SMA sudah mendapat beasiswa.”

Beasiswa yang tiap tahun difasilitasi oleh Uniga Malang ini diharapkan mampu menyasar dengan tepat. Sekalligus juga menjadi harapan agar mereka yang kurang mampu dapat melanjutkan sekolah setinggi-tingginya. (fan-PTI)