Walikota Malang H. Moh. Anton sedang memberikan sambutan pembukaan acara

Walikota Malang, Abah Anton baru saja membuka Musyawarah Komisariat (Muskor) Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) di ruang aula pascasarjana Universitas Gajayana (Uniga) Malang. Acara ini sejatinya berlangsung selama satu hari (25/04/17) namun Abah hanya dapat membuka acara tersebut. Sehingga acara akan dilanjutkan oleh para peserta APTISI di Komisariat IV area Malang Raya.

Acara Muskor ini akan berjalan dengan laporan pertanggung jawaban dari pengurus lama dan sekaligus akan dipilih pengurus baru yang akan mengemban amanah selama 4 tahun ke depan. Dalam pembukaannya Abah Anton berharap besar dari APTISI ini untuk dapat meningkatkan kualitas peguruan tinggi swasta di wilayah Kota Malang yang terkenal sebagai kota pendidikan ini.

“Lakukan terus untuk menciptakan manusia yang bermutu dengan bekal IPTEK yang bagus untuk menghadapi era globalisasi.” Ungkap Abah Anton dalam pidatonya. Selesainya penyampaian pidato Abah Anton membuka acara yang dihadiri oleh para anggota yang terdiri perguruan tinggi swasta di wilayah IV yang mencakup Malang Raya ini.

Terlepas dari itu, koordinator wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. H. Suko Wiyono, SH., M.H akan menyumbangkan ide yang nantinya dapat dipelopori oleh APTISI ini. Dalam wawancara singkat bersamanya, beliau mengkritisi tentang kurangnya kualitas Universitas Terbuka yang tidak memiliki dosen tetap. Sehingga beliau berharap UT di wilayah Jawa Timur dapat dihapus. “UT itu tidak memiliki dosen tetap sehingga kualitasnya diragukan. Jadi sebaiknya UT di wilayah Jawa Timur ditutup saja. Dan sebaiknya PTS-PTS inilah yang dioptimalkan.”

Selain koordinator wilayah VII Jawa Timur, ketua APTISI periode sebelumnya, yakni Dr. Mulyohadi Sungkono, Sp.OG(K) juga cukup mengkritisi PTN yang ada di area wilayahnya ini. “PT-PT sekarang ini kurang menyentuh area kerja sehingga banyak lulusan mahasiswa yang setelah kuliahnya selesai tidak memiliki pekerjaan. Akhirnya banyak pengangguran intelektual di luaran sana. Inilah yang perlu disinergikan antara PT dan Depnaker misalnya sehingga mahasiswa ‘jadi’ setelah lulus nanti.”

Program kerja APTISI memang berhubungan dengan peningkatan kualitas dan pembinaan para anggotanya agar pendidikan semakin bermutu. Untuk itulah dukungan dari berbagai pihak sangat membantu dalam proses peningkatan mutu tersebut.

Hingga berita ini diturunkan muskor masih berlanjut dengan agenda laporan pertanggung jawaban dari pengurus periode sebelumnya. (fan-PTI)

Foto bersama anggota APTISI dengan walikota Malang Abah Anton